untuk aam
tuhan
kembali langkah ini tersesat
dalam riuh Ramadhan yang menderap
petanda-petanda-Mu berkilap
menghunjam kalbu, menikam alam sadar
tapi sekadar sesaat
sungguh,
kaki ini masih bertekad
lidah pun tak luruh meracau
bahkan jemari kelam tak sungkan menggenggam
jiwa yang kosong serasa bergemuruh
ya!
kami tak penat mencari-Mu
di sisa Ramadhan ini dan kelak
karna gema kesejatian terus merindu
tuhan
jenguk Ramadhan lalu, kini dan lusa
kami menyampurnya dengan kekerdilan dan angkara
lantas menyepuhnya lewat tadarus, mengaji dan doa
betapa kami makhluk berwajah ganda
gusti,
Ramadhan ini adalah Ramadhan yang galau
kami menemukan-Mu
lantas secepat embun yang berlalu
Darul Ehsan-Darul Ridzuan-Darul Aman 1431H
Post a Comment